Ruwatan Untuk Diri Sendiri

Kepada segenap Pewaris, pembaca dan pemerhati blog Rasa Sejati yang rahmati Tuhan YME, dalam pertemuan kali ini kami ijazahkan tatacara Ritual Ruwat Diri Pribadi.
Ruwatan adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian, atas dosa atau kesalahannya yang  diperkirakan  bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. Dalam tradisi Jawa, orang yang keberadaannya mengalami nandang sukerto (berada dalam dosa) ini maka untuk mensucikan diri kembali, perlu mengadakan ritual ruwat. Dengan menggelar pertunjukan wayang kulit dan pergelaran doa ruwat.
Berbeda dengan adat tradisi Jawa asli, acara ritual Ruwat Diri dalam Sanggar Rasa Sejati tidak memakai pergelaran pertunjukan Wayang Kulit. Disini kami hanya memakai kesamaan nama serta fungsinya saja. Yaitu Ritual Ruwat Diri. Jadi jangan kaget bila tatacara ruwatan ini berbeda dengan tradisi Jawa tradisional. Ruwatan Diri Pribadi merupakan agenda tahunan Rasa Sejati sejak 7 tahun silam. Yang tujuannya sebagai salah satu ikhtiar untuk buang sial/apes/sengkolo, meningkatkan peluang keberuntungan (hoki) dalam karier, jodoh & rejeki menuju hidup selamat, sehat dan sejahtera.
Kesialan seseorang diakibatkan karena 5 perkara (penyakit diri), yaitu:
  1. Ambeg gumedhe (bermulut besar), cidra (suka berbohong), drengki (iri), jail methakil (nakal / jahil).
  2. Lumuh kesed sungkanan (lamban, malas)
  3. Maha dhateng sawarnaning kalepatan (berkecimpung dalam kejahatan)
  4. Kabodhohan wangkot dhateng kajengipun piyambak. (Keras kepala/terlalu egois/merasa diri sendiri paling benar)
  5. Murang tata, murang tataning ngagesang, tataning bebrayan, tataning agami, tataning praja, wusana murang damaring jagad. (tidak tahu tata krama / melanggar norma kehidupan, agama, negara, alam)
Untuk menghindarinya haruslah :
  • Temen / kasusetyan (setia / tekun).
  • Kasantosan (sentosa / kuat)
  • Becik / leres (berlaku benar)
  • Pinter (berpengetahuan)
  • Susila ing budi (berakhlak baik sesuai tuntunan agama dan norma sosial)
Bila hal kebaikan tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka akan membawa seseorang kepada kesejahteraan dan keselamatan hidup. Namun ketika kelima penyakit diri diatas telah pernah dilakukan, bahkan terlalu sering dilakukan di masa lalu maka akan menjadi terak yang menempel pada diri (badan halus). Kotoran terak yang menempel pada diri manusia ini diistilahkan “sengkolo”. Wujudnya bisa berupa sinar kelam-gelap, penampakan makhluk halus atau yang lainnya. Ini sangat merugikan.
Maka meskipun orangnya telah tobat, tidak lagi berbuat jahat dan sudah melaksanakan 5 hal kebaikan diatas, namun dalam kenyataan kehidupan sehari-hari masih terasa sulit beruntung, apes, sulit rejeki, sulit jodoh dan sebagainya. Sebabnya sisa dari kesalahan dimasa lalu masih mengendap-melekat pada diri.
Dalam pandangan batin saya hampir semua orang memiliki sengkolo. Tetapi dalam kadar yang berbeda-beda. Ada yang ringan ada pula yang menyandang sengkolo berat, gelap dan kelam sehingga sangat sulit menjalani kehidupan ini. Maka sejatinya semua orang perlu melakukan ruwat diri setiap jangka waktu tertentu. Dalam beberapa orang memang terjadi pengecualian yaitu bagi mereka yang bisa totalitas dalam mensucikan diri (tobat nasuha) dalam waktu lama bisa saja melepas sengkolo-nya tanpa ritual Ruwatan. Tapi jaman sekarang orang seperti ini jarang sekali ada.
Tujuan ritual Ruwatan adalah membersihkan kotoran terak (sengkolo) yang terlanjur telah menempel pada diri manusia. Seterusnya orang yang telah selesai diruwat tetap harus mengamalkan 5 hal kebaikan diatas untuk menepis (terjaga) dari pengendapan sengkolo.
Maka bagi anda yang merasa mengalami kondisi hidup yang selalu sulit dan anda percaya akan sebuah energi DOA dalam ritual ruwat, kami persilahkan menggelar acara spiritual ini. Tatacara ruwatan ini terbuka untuk umum, boleh diikuti oleh pria-wanita, muda dan tidak membedakan agama apapun. Asalkan anda memenuhi syarat yaitu berkenan menyediakan sarana dan prasarana ruwatan seperti yang akan kami beritahukan dalam ritual ini.
Untuk diketahui Ritual Ruwatan ini hanya khusus untuk diri pribadi. Tidak bisa anda digunakan untuk meruwat orang lain. Sebab ada perbedaan tatacara antara Ruwatan Diri pribadi, Ruwatan Masal (orang lain) dan Ruwatan Lingkungan. Berikut ini akan kami jabarkan tatacara Ruwat Diri Pribadi. Semoga bermanfaat.

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar